
Blora, KOMPASTALK.CO– Ketua Majelis Penasihat Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (MPI), Agus Andrianto, menekankan pentingnya peran kader MPI sebagai pejuang yang bertanggung jawab dalam memberikan kontribusi bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa, selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara ‘Manifesto Perjuangan Matahari Pagi Indonesia Provinsi Jawa Tengah’ di Pendopo Bupati Blora, Sabtu (29/11/2025), Agus menyampaikan bahwa MPI harus memberikan manfaat positif, layaknya matahari pagi yang menyehatkan.
“Kita membangun Matahari Pagi Indonesia sebagai bagian dari pejuang-pejuang beliau (Presiden Prabowo). Tentunya kita punya kewajiban moral untuk turut secara aktif berkontribusi mewujudkan (cita-cita Presiden) itu,” tegas Agus, yang juga menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas).
Didampingi oleh pendiri MPI yang juga Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, Agus meyakini bahwa kader-kader MPI bergabung dengan kesadaran penuh dan memiliki kemampuan untuk memajukan bangsa. Ia mengajak seluruh anggota MPI untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo.
“Yakin dengan kemampuan yang kita miliki bersama, kita saling asah, saling asuh, saling tarik, saling dorong untuk bisa mewujudkan cita-cita Bapak Presiden,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengusung Asta Cita sebagai misi pemerintahan. Asta Cita tersebut meliputi:
1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).
2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, dan penyandang disabilitas.
5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
