Mantap!Sri Pranoto Mampu Membuktikan BPN Sumatera Utara Kini Lebih Baik di Era Kepimpinannya


Medan,KOMPASTALK.CO – Pelayanan pertanahan di seluruh Kantor Pertanahan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan peningkatan signifikan di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Sumut, Sri Pranoto.


Hal ini terlihat dari semakin membaiknya kualitas layanan, serta jumlah tunggakan berkas pertanahan di Sumut yang kini termasuk paling kecil secara nasional. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan transformasi pelayanan yang tengah dijalankan secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya pada sebuah kegiatan bersama Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Kakanwil BPN Sumut menekankan pentingnya penguatan sinergi antara PPAT dan ATR/BPN melalui arah dan standar yang jelas serta terukur.


“Sinergi PPAT dan ATR/BPN harus naik kelas—lebih sistemik, terintegrasi, dan berbasis kepercayaan. Kita harus bergerak dari hubungan administratif menjadi kemitraan strategis berbasis sistem, data, dan integritas,” tegasnya.


Ia menjelaskan, penguatan sinergi tersebut mencakup enam aspek utama, yakni:
Sinergi berbasis sistem digital (Digital Ecosystem) untuk mempercepat dan mempermudah layanan.


Sinergi berbasis data tunggal (Single Source of Truth) guna memastikan keakuratan informasi pertanahan.


Sinergi dalam mitigasi risiko hukum (Risk-Based Collaboration) untuk meminimalisir potensi sengketa.
Sinergi dalam standarisasi dan profesionalisme agar seluruh pihak bekerja sesuai aturan yang berlaku.
Sinergi dalam integritas dan anti-moral hazard sebagai fondasi utama pelayanan publik.


Sinergi dalam pelayanan publik yang berkualitas demi kepuasan masyarakat.


Seiring dengan itu, Kantor Wilayah BPN Sumut terus melakukan berbagai transformasi layanan, antara lain mempercepat proses penyelesaian berkas, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat digitalisasi sistem pertanahan.
“Layanan semakin cepat, akurat, dan tuntas. Digitalisasi terus diperkuat, dan sistem elektronik menjadi alat kontrol untuk meminimalisir risiko hukum,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan PPAT, mulai dari integrasi data, konsultasi teknis, hingga penyelesaian berbagai permasalahan pertanahan secara bersama.


Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga mengangkat nilai kearifan lokal Sumatera Utara, yakni Dalihan Na Tolu, sebagai landasan moral dalam membangun sinergi.
“Sebagai orang Sumatera Utara, kita punya nilai kuat ‘Dalihan Na Tolu’—keseimbangan hubungan, tanggung jawab, dan kehormatan. Dalam konteks ini, BPN, PPAT, dan masyarakat adalah satu sistem yang harus saling menjaga kepercayaan dan menguatkan integritas,” ungkapnya.


Ia pun menutup dengan pesan moral yang sarat makna, “Jolo maradat, asa maradat,” yang berarti berpegang pada aturan agar tetap bermartabat.


Dengan berbagai langkah pembenahan dan penguatan sinergi tersebut, diharapkan pelayanan pertanahan di Sumatera Utara semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.