Harmoni Iman dan Budaya Simalungun, Jemaat GKPS Resort Teladan Galang Dana Rumah Dinas Pendeta ‎

Harmoni Iman dan Budaya Simalungun, Jemaat GKPS Resort Teladan Galang Dana Rumah Dinas Pendeta ‎

‎Medan, (kompastalk.co) — Semangat kebersamaan dalam bingkai iman dan budaya Simalungun mewarnai kegiatan penggalangan dana untuk pengadaan rumah dinas pendeta GKPS Resort Teladan. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan memadukan ibadah, seni budaya, serta partisipasi jemaat. Minggu, (16/8/2026).


‎Acara diawali dengan ibadah bersama yang diisi puji-pujian sebagai ungkapan syukur sekaligus penguatan iman. Suasana kemudian semakin semarak dengan perlombaan koor yang diikuti sejumlah jemaat di lingkungan GKPS Resort Teladan, yakni GKPS Jemaat Teladan, GKPS Jemaat Wahidin, GKPS Jemaat Menteng, dan GKPS Jemaat Kenangan.


‎Selain perlombaan koor, kegiatan juga dimeriahkan perlombaan tor-tor yang melibatkan anak-anak Sekolah Minggu. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan budaya Simalungun kepada generasi muda.


‎Ephorus GKPS Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc., dalam khotbahnya mengangkat nas 1 Korintus 3:9.


‎“Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”

‎Pdt. John menekankan bahwa setiap orang percaya merupakan bagian dari karya Allah. Karena itu, pekerjaan dan pelayanan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan semangat saling mendukung dan membangun.


‎“Pekerjaan atau karya harus kita lakukan dengan saling bersinergi. Melalui harmoni iman dan budaya Simalungun, dengan iman percaya, marilah kita bersama-sama membangun pelayanan,” ujar Pdt. John.


‎Ia mengajak jemaat menjadikan iman dan budaya Simalungun sebagai kekuatan yang dapat dipadukan dalam pelayanan. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan di tengah jemaat.


‎Perwakilan Gubernur Sumatera Utara, Agustinus Panjaitan, mengatakan budaya semestinya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.


‎Ia menilai keberagaman budaya tidak seharusnya menjadi alasan untuk menciptakan jarak. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan.


‎“Budaya jangan memperlebar jarak, tetapi jadilah pemersatu,” kata Agustinus.


‎Ketua Panitia St. John Rambo Simbolon, didampingi Sekretaris St. Bambang A. Saragih dan Bendahara Paskamen Damanik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat, panitia, donatur, dan tamu undangan yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.


‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat yang telah mendukung kegiatan ini. Terima kasih juga kepada panitia yang telah bekerja bersama, saling bahu-membahu dan menopang satu sama lain,” ujar St. John Rambo Simbolon.


‎Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar penggalangan dana, tetapi juga menjadi momentum memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara iman dan budaya Simalungun dalam kehidupan pelayanan.


‎“Kita hadir dengan satu tujuan. Iman dan budaya Simalungun dapat menjadi satu dalam kolaborasi dan pelayanan, khususnya dalam menjaga serta memperkuat kebersamaan masyarakat Simalungun,” katanya.


‎Wakil Ketua Pengurus GKPS Resort Teladan, St. John Damanik, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan sinode, pengurus resort, panitia, jemaat, donatur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.


‎Menurutnya, pengadaan rumah dinas pendeta bukan semata-mata berkaitan dengan pembangunan fasilitas, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran pelayanan dan kehidupan bergereja di GKPS Resort Teladan.


‎“Kami berharap kebersamaan yang telah terbangun melalui kegiatan ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan. Apa yang kita lakukan hari ini kiranya menjadi bagian dari dukungan nyata bagi pelayanan gereja dan menjadi berkat bagi seluruh jemaat,” ujar St. John Damanik.


‎Ia juga berharap semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus berlanjut, bukan hanya dalam pengadaan rumah dinas pendeta, tetapi juga dalam berbagai program pelayanan GKPS ke depan.


‎“Harapan kami, pembangunan dan pengadaan rumah dinas pendeta ini dapat terwujud dengan dukungan seluruh jemaat dan para donatur. Kiranya setiap dukungan yang diberikan menjadi amal kasih dan berkat, sekaligus memperkuat pelayanan serta kebersamaan kita di GKPS Resort Teladan,” katanya.


‎St. John menambahkan, harmoni antara iman dan budaya Simalungun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


‎“Kita ingin iman semakin kuat, budaya Simalungun tetap lestari, dan kebersamaan jemaat semakin kokoh. Dengan bersatu dan saling menopang, kita percaya setiap pekerjaan yang baik dapat kita wujudkan bersama,” tuturnya.


‎Sementara itu, St. Sardo Sinaga, S.H., M.H., mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil dari kebersamaan dan dukungan berbagai pihak.


‎“Bukan karena sesuatu, tetapi karena kita bisa bersama-sama dalam kegiatan ini. Acara ini sangat sukses dan menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat menghasilkan sesuatu yang baik,” ujarnya.


‎Kegiatan penggalangan dana tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan pelayanan gereja dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya Simalungun.


‎Semangat gotong royong, iman, dan kebudayaan pun menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pengadaan rumah dinas pendeta GKPS Resort Teladan sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah jemaat.


‎Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, lucky draw, dan hiburan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi momentum mempererat kebersamaan jemaat sekaligus mendukung terwujudnya rumah dinas pendeta GKPS Resort Teladan. (F_01)