Kompastalk.co
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menikmati betul kunjungannya ke kediaman pribadi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Bukit Hambalang, Desa Bojong Koneng, pada Sabtu, (18/6/2022). Sebab, ia diajari secara langsung berkuda di Padepokan Garuda Yaksa. Kuda yang ditunggangi oleh Gibran dan Prabowo sama-sama berwarna putih.
Menurut Gibran, ia bersedia hadir ke kediaman Prabowo untuk memenuhi undangan Menteri Pertahanan itu ketika bersua di Solo. Ia mengatakan dalam pertemuannya dengan Prabowo, Gibran mendapat hadiah khusus.
“Saya dihadiahi sepatu berkuda,” ujar Gibran di dalam keterangan tertulis pada hari ini.
Bahkan, Prabowo juga ikut memberikan sepatu berkuda dengan ukuran lebih kecil. Rupanya, oleh-oleh khusus itu ditujukan Prabowo bagi putra sulung Gibran, Jan Ethes.
“Ketika saya hendak pulang, juga diberikan oleh-oleh berupa sepatu berkuda ukuran kecil untuk anak saya. Beliau berpesan ‘ini sepatu untuk Jan Ethes’,” katanya menirukan kalimat Prabowo.
Mantan jenderal di Kopassus TNI Angkatan Darat itu juga mengajak Jan Ethes untuk ke Hambalang dan diajari berkuda. “Ayo ajak dia ke Hambalang. Saya mau ajari dia berkuda juga,” tutur Gibran.
Lalu, apa saja yang dibicarakan oleh Gibran bersama Prabowo di Hambalang? Apakah keduanya sempat menyinggung isu pemilu 2024?
- Prabowo diduga ingin meraih restu dari Jokowi untuk pemilu 2024 lewat Gibran
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengajari putra sulung Jokowi, Gibran Rakabumi Raka, berkuda di kediamannya di Hambalang, Bogor, Sabtu, 18 Juni 2022. (Dokumentasi tim Prabowo)
Sementara, menurut analis politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, pelajaran berkuda yang diberikan oleh Prabowo merupakan bagian dari lobi-lobi untuk bisa memperoleh restu dari Jokowi di pemilu 2024. Prabowo diduga mengubah strategi setelah Jokowi terlihat memberi kode akan memberikan dukungannya bagi Ganjar. Hal itu terlihat ketika Jokowi menghadiri rapat kerja nasional relawannya, ProJo di Magelang pada akhir Mei 2022 lalu.
“Kan, kalau di politik, Jokowinya gak bisa ditembus, maka nembusnya bisa melalui keluarganya, anaknya atau saudara-saudaranya. Kebetulan yang dilihat bisa ditembus itu melalui Gibran,” ungkap Ujang kepada IDN Times melalui telepon pada 6 Juni 2022 lalu.
“Tujuannya agar dukungannya bergeser jangan ke Ganjar. Ke siapa kek, ke Prabowo, misalnya,” kata dia lagi.
Menurutnya, tidak ada manfaat menjadikan Prabowo sebagai mentor politik. Lantaran, sudah tiga kali ikut pilpres, namun Prabowo selalu gagal. Bahkan, dua kali di antaranya kalah berturut-turut.
“Kalau mau cari mentor yang sudah pasti menang dong rekam jejaknya. Itu mah saya lihatnya lobi-lobi sepihak saja untuk bisa menggoyang pemikirannya Pak Jokowi,” tuturnya.
