Polda Sumut Tanam Bawang Serentak di Samosir ,Targetkan Panen 60 Ton Lebih

SAMOSIR– Polda Sumut melakukan penanaman bawang putih secara serentak di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (19/8/2026) pagi.

 

Penanaman yang dilakukan di puncak bukit itu dihadiri Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Karo Logistik Kombes Pol Rudi Rifani, Direktur Reskrimum, Kombes Pol C Simanjuntak, Direktur Reskrimsus Kombes Pol Irfan Rifai, SIK, SH, MM, Direktur Binmas Kombes Pol Afriadi dan Forkopimda Kabupaten Samosir.

 

Penanaman bawang putih serentak 17 Polda itu dilakukan dengan cara zoom meting bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto.

 

Mewakili Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Direktur Binmas Kombes Pol Afriadi mengatakan, penanaman bawang putih serentak itu merupakan wujud nyata untuk mendukung program Astacita Presiden, yaitu swasembada pangan khususnya bawang putih.

 

“Untuk di Sumut ada 9 polres melaksanakan tanam serentak, yaitu mulai dari Karo, Simalungun, Dairi, Humbahas, Toba, Deli Serdang, Madina, Taput serta Samosir,” terangnya.

 

Kombes Afriadi menyampaikan, untuk luas lahan yang sementara ditanam adalah sekitar 6,16 hektare.

 

“Kemudian untuk potensinya kurang lebih adalah sekitar produktivitasnya 10 hektar per 10 ton. Diproyeksikan nanti kita Insya Allah bulan November kita melaksanakan (panen),” sebutnya.

 

Kata dia, dalam swasembada pangan itu Polri tidak bekerja sendiri, bekerja sama dengan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, kelompok tani dan pemilik lahan.

 

“Jadi, Polda Sumatra Utara siap mendukung penuh program pemerintah dalam percepatan swasembada, khususnya di bawang putih ini. Kita ingin memastikan bahwa seluruh potensi lahan yang bisa tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.

 

Menjawab wartawan, Kombes Afriadi menjelaskan, lahan yang digunakan untuk menanam bawang adalah milik masyarakat.

 

Permasalahan tentang pengadaan bibit akan diatasi dengan hasil panen.

 

“Tetapi nanti untuk panen berikutnya ini, Insya Allah di November ini, akan diprioritaskan untuk sebagai bibit kembali,” ujarnya.