Kompastalk.co,DPRD Siantar meributi proyek GOR (gedung olah raga) yang ada Jalan Merdeka Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.
Adapun alasan DPRD Siantar meributi proyek GOR ini karena dianggap belum melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
Menanggapi hal tersebut, Akademisi dari Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Simalungun, Darwin Damanik mengatakan ributnya DPRD Siantar ini bisa menggangu kondusifitas berinvestasi di Kota Siantar.
“Pasti dengan adanya penundaan ini, akan membuat iklim investasi yang kita harapkan seharusnya kondusif akan menjadi terganggu. Sebelumnya bisa kita lihat, sudah banyak investor-investor yang sudah berani berinvestasi di Siantar,” ucap Darwin Damanik, yang juga Ketua Prodi Ekonomi USI, Minggu (11/9/2022).
Dengan adanya penundaan pembangunan GOR, Darwin menilai akan menghadirkan keraguan investor untuk berinvestasi di Kota Siantar dimasa yang akan datang.
Ini menjadi trigger atau pemicu bagi investor-investor lain yang mau berinvestasi di Siantar.
Menurutnya, Investasi tidak pernah merugikan daerah. Apalagi Siantar memiliki daya tarik bagi investor. Kota Siantar itu daerah hinterland.
Hal itu yang membuat investor tertarik invest ke Kota Siantar.
“Seperti masyarakat di sekitar Siantar seperti daerah Simalungun, Batubara, Sergai, Tebingtinggi, Toba, Samosir dan daerah lainnya lebih tertarik untuk ke Siantar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Darwin bercerita tentang dampak yang diperoleh Kota Siantar bila Gedung Merdeka dan GOR dibangun dan beroperasi di Kota Siantar.
Yang pertama, yang paling penting sekali itu adalah PAD (Pendapatan Asli Daerah) meningkat.
Yang kedua, penyerapan tenaga kerja, mulai dari awal pembangunan sampai difungsikannya gedung tersebut.
“Sementara untuk yang ketiga, perekonomian masyarakat akan meningkat,” paparnya.
Kemudian, sebut Darwin, masyarakat juga butuh tempat olah raga yang representatif, di mana suatu kota yang mau maju rata-rata memiliki sarana olahraga indoor-nya di pusat perebelanjaan.
Selain itu dengan adanya mall baru akan menjadi pilihan bagi masyarakat dan pengunjung.
