Kompastalk.co,Kebakaran Hutan Terjadi Lagi, Sekarang di Desa Tongging Capai 12 Hektare
Peristiwa kebakaran hutan di Sumatera Utara seakan tak ada habisnya.
Beberapa hari lalu, kebakaran hutan kembali terjadi di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.
Dari data yang disampaikan Manggala Agni Sibolangit, kebakaran hutan yang terjadi seluas 12 hektare.
Menurut Humas Manggala Agni Sibolangit, Angfier Sinaga, 12 hektare lahan yang terbakar itu berada di dua titik.
Adapun lahan pertama yang terbakar, seluas empat hektare.
Sementara di titik kedua, total luas lahan yang terbakar mencapai delapan hektare.
“Ada dua titik yang terbakar yang sama-sama masih masuk wilayah Desa Tongging. Untuk lahan pertama empat hektare, dan titik kedua delapan hektare,” Ujar Angfier, Minggu (11/9/2022).
Dikatakan Angfier, untuk titik kebakaran yang berada di dekat kawasan air terjun Sipiso-Piso, hingga dini hari luas lahan yang tercatat lima hektare.
Namun, hingga pagi saat proses pendinginan pihaknya kembali mencatat lahan yang terpapar bertambah tiga hektare.
“Memang sampai dini hari luas lahan yang tercatat seluas lima hektare, namun saat hari kedua dilakukan pemadaman dan pendinginan ada kita temukan bara-bara api lagi seluas tiga hektare,” Katanya.
Dijelaskan Angfier, setelah mendapatkan informasi kemarin pihaknya langsung melakukan proses pemadaman.
Namun, dikarenakan lokasi lahan yang terbakar cukup luas dan terjal, proses pemadaman memakan waktu yang cukup lama.
“Kita mulai pemadaman dari sore sampai malam, kemudian kita lanjut Sabtu pagi. Sekarang semua lahan yang terbakar sudah padam total,” Ucapnya.
Ketika ditanya perihal dugaan penyebab kebakaran ini, dirinya menjelaskan jika pihaknya menduga hal ini disebabkan faktor alam.
Di mana, selama kurang lebih satu pekan terakhir di wilayah Desa Tongging tidak diguyur hujan.
Sehingga wilayah lahan yang didominasi padang rumput dan ilalang ini kering dan mudah terbakar.
“Untuk penyebabnya sampai sekarang karena faktor alam, cuaca yang kering membuat potensi terbakar,” ungkapnya.
Setelah berhasil melakukan pemadaman, dijelaskan Angfier pihaknya juga langsung melakukan proses pendinginan.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan semua titik api yang dapat kembali membesar, bisa benar-benar padam
