Catat!Data Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Kini 705 Orang, 4 Orang Anak Hilang Belum Ditemukan

Kompastalk.co,Inilah data terbaru mengenai jumlah korban tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur dari kepolisian.

Kepolisian terus melakukan penghusutan terkait musibah kemanusiaan ini.

Kini, total ada 705 orang yang menjadi korban dalam tragedi yang menjadi sorotan internasional tersebut.

Sebaliknya, kata Dedi, korban yang masih dirawat inap oleh pihak rumah sakit setempat sebanyak 36 orang.

“Data hasil konsolidasi telah dilakukan crosscheck ulang dengan pihak pemerintah setempat dan dengan RS terkait,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim investigasi kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur menetapkan enam orang sebagai tersangka.

“Telah menetapkam enam orang sebagai tersangka,” kata Kapolri Jenderal Polri Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

Enam tersangka itu terbagi menjadi tiga orang sipil dan tiga orang anggota Polri.

Pertama adalah Direktur PT. LIB Ahmad Hadian Lukita, Abdul Haris selaku ketua panitia pelaksana, SS selaku security officer.

Selanjutnya, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, H selaku anggota Brimob Polda Jawa Timur, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

“Kami tentunya akan betul-betul menyelesaikan kasus yang saat ini kita proses kami akan segera berkoordinasi dengan kejagung dan di wilayah Jatim proses bisa berjalan,” ucapnya.

Meski polisi sudah menetapkan 6 orang sebagai tersangka, tidak tertutup kemungkinan jumlahnya bertambah.

Sementara Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan telah mendapatkan berbagai alat bukti penting yang mendukung pengusutan Tragedi Kanjuruhan.

Misalnya CCTV di dalam stadion yang bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peristiwa kerusuhan pada Sabtu (1/10/2022) malam itu.

Video-video yang menggambarkan sejumlah kejadian di berbagai titik juga telah dikumpulkan oleh tim.

“Berbagai alat bukti penting yang kota dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kita sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kita ungkap secara menyeluruh dan independen” ungkap Sekretaris TGIPF, Nur Rochmad yang juga adalah mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2022).

“Keterangan tentang penggunaan gas air mata juga sedang dikumpulkan dan didalami oleh tim, baik dari pihak pengamanan, panitia pelaksana, maupun dari pihak korban,” imbuhnya.

Doni Monardo, mantan Ketua BNPB yang menjadi anggota TGIPF Kanjuruhan mengatakan, pihaknya akan menginvestigasi setiap tahapan tragedi Kanjuruhan.

Mulai dari perencanaan pertandingan hingga terjadinya kerusuhan dan penanganan para korban.

“Sehingga kita bisa menemukan siapa yang bertanggungjawab di setiap tahapan itu,” kata dia.

Diketahui, polisi telah memperbarui data jumlah korban Tragedi Kanjuruhan dari 125 orang tewas menjadi 131.

Mengutip data Kementerian PPPA, 33 di antara para korban yang sejauh ini teridentifikasi merupakan anak-anak usia 4-17 tahun.

4 Anak Belum Ditemukan

Di sisi lain, Aremania mencatat bahwa hingga Selasa (4/10/2022) malam, 4 orang anak belum ditemukan.

Daftar enam tersangka tragedi Kanjuruhan sebelumnya telah diumumkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (7/10/2022) malam.

Tak hanya itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menjelaskan detail ‘dosa’ yang dilakukan para tersangka.

Salah satunya, seorang penyelengara pertandingan terbukti meninggalkan stadion padahal dirinya bertugas untuk berjaga di pintu keluar.

Alih-alih stand by, petugas itu malah meninggalkan pintu stadion Kanjuruhan begitu saja saat terjadi kericuhan.

Selain 6 tersangka utama, Kapolri juga menyebut adanya 20 anggotanya yang akan menerima sanksi etik karena tindakan mereka yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pemicu terjadinya bencana maut di stadion Kanjuruhan.

Dari 20 polisi yang akan disidang etik itu, 11 di antaranya adalah anggota polisi yang melakukan eksekusi penembakan gas air mata.