Diduga Jadi Tempat Pembuatan Ekstasi, Pos Ormas di Medan Digerebek Polda Sumut


Medan ,KOMPASTALK.CO– Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Poldasu) menggerebek sebuah pos organisasi masyarakat (ormas) yang diduga menjadi lokasi pembuatan pil ekstasi di Jalan Teratai, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (26/7/2025) dini hari.

Penggerebekan yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Menurut saksi mata, puluhan petugas dari Ditresnarkoba Polda Sumut mengepung lokasi, mendobrak pintu pos ormas, dan mengamankan dua orang dari dalam bangunan. Namun, satu orang lainnya yang diduga sebagai bandar berhasil melarikan diri dengan melompat ke Sungai Deli.

Belakangan diketahui, pria berinisial Sw (41) yang diduga sebagai bandar sekaligus ketua ormas tersebut, ditemukan meninggal dunia di pinggiran Sungai Deli beberapa jam kemudian. Ia diduga terbentur batu saat melompat karena kondisi air sungai yang surut.

“Sudah lama dicurigai sebagai tempat produksi ekstasi,” ujar sumber yang enggan disebut namanya.

Dari informasi yang dihimpun, penggerebekan tersebut merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan pihak kepolisian. Petugas yang menyamar sebagai pembeli sebelumnya memesan 1.000 butir ekstasi dari salah satu pengedar. Transaksi awal dilakukan di sebuah warung kopi kawasan Jalan Samanhudi. Setelah dilakukan pengembangan, petugas mengikuti sang bandar ke pos ormas dan langsung melakukan penggerebekan.

Dari lokasi, polisi menemukan ribuan butir ekstasi yang berserakan di lantai, serta alat cetak dan bahan kimia yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika tersebut. Dua orang yang berhasil diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Sumut.

Hingga Sabtu siang, Direktur Ditresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak belum memberikan keterangan resmi kepada media.

Sementara itu, penemuan jasad Sw membuat geger warga sekitar. Isak tangis keluarga pecah saat jasad ditemukan di tepi sungai yang tidak jauh dari lokasi pos ormas. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi bersama warga segera mengevakuasi jasad Sw ke rumah duka.

Saat ini, pos ormas tersebut telah dipasangi garis polisi, dan penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam produksi ekstasi tersebut.