Jemaat Methodist Apresiasi LSM dan Media yang Soroti Gelar MPd Bishop KWS

Medan, KOMPASTALK.CO– Sejumlah jemaat Gereja Methodist menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media yang berani mengangkat isu dugaan penggunaan ijazah bermasalah oleh Bishop Methodist Wilayah I, K.W.S. Sinurat.

“Terima kasih banyak kepada teman-teman yang berani mengungkap fakta di gereja kami. Sebenarnya, masih banyak hal yang belum terungkap,” kata seorang jemaat dari luar Kota Medan kepada pengurus LSM yang aktif menyoroti masalah ini.

Jemaat tersebut berharap agar pemilihan Bishop pada Oktober mendatang menghasilkan pemimpin yang tulus melayani jemaat, bukan hanya mengejar kekuasaan atau praktik nepotisme. “Kami akan menyuarakan aspirasi ini kepada para pendeta agar memilih figur yang benar-benar layak menjadi Bishop,” tambahnya.

Ucapan apresiasi dari Jemaat ini sangat kita hargai dan kita ucapkan terimakasih. Bukan seperti pernyataan Ketua yayasan YPGMI WIL I itu, yang menyatakan itu bukan urusan kami, tanyakan lah ke pribadi KWS, sadar kah beliau yang menanda tangani SK pengangkatan atau surat surat berharga KWS memakai gelar magister di belakang namanya tetapi TDK memiliki ijazah?.

Apresiasi ini kontras dengan pernyataan Ketua Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia (YPGMI) Wilayah I, yang menyatakan bahwa masalah ijazah bukan urusan yayasan. Padahal, menurut jemaat, K.W.S. Sinurat sering menggunakan gelar Magister dalam surat keputusan dan dokumen resmi.

“Apakah beliau sadar bahwa tanda tangan dan SK penting ditandatangani dengan gelar yang belum jelas keabsahannya?” ujar seorang jemaat dengan nada kecewa.

Menjelang pemilihan Bishop, suara kritis jemaat di berbagai daerah diperkirakan akan semakin menguat, menuntut transparansi dan integritas dalam kepemimpinan gereja.

Penulis: TIM