Kompastalk.co,Eks pengacara Bharada E alias Richard Eliezer, Deolipa Yumara, meminta maaf ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Dia mengaku meminta maaf atas perkataannya yang mungkin bersifat menyindir.
“Meminta maaf kepada Pak Kabareskrim kalau ada bahasa-bahasa saya yang memang kurang berkenan atau menyindir. Maklum, karena saya adalah aktivis 98 yang mula-mula,” ujar Deolipa kepada wartawan, Sabtu (20/8).
Dia bahkan mengajak Komjen Agus untuk datang ke acara yang diselenggarakannya. Di sana, Deolipa mengaku ingin memeluknya.
“Khusus kepada Bapak Kabareskrim, saya mengundang bapak untuk datang ke acara Deolipa Project, silakan bapak datang, saya pengin meluk bapak,” tuturnya.
Sebelumnya, Bharada E mencabut kuasanya kepada Deolipa dan M Boerhanuddin secara sepihak. Deolipa menduga adanya intervensi dalam pencabutan kuasa itu.
Sebab, menurut dia, Bharada E biasanya membuat kode dengan mencantumkan tanggal dan jam ketika menandatangani sebuah surat. Namun, apabila surat itu dibuat dalam keadaan tertekan, tak ada tanggal dan jam dalam surat itu.
Hal tersebut menjadi dugaan Deolipa bahwa surat pencabutan kuasa itu dibuat Bharada E di bawah tekanan.
“Karena dia ngasih kode ke saya, nih, kodenya jam, tanggal dan tulisan tangan, bahwasanya itu dia di bawah tekanan,” kata Deolipa, Sabtu (13/8).
