MEDAN — Kasus dugaan keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Sumatera Utara (Sumut).
Peristiwa terbaru terjadi di Kabupaten Asahan pada Minggu (14/9/2026). Sebanyak 30 siswa MTsN 2 Kisaran dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis setelah menyantap menu MBG di sekolah.
Kasus tersebut menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Karo. Pada 13 Agustus 2026, sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Dua siswa bahkan disebut harus menjalani perawatan di Jakarta karena mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian masyarakat. Publik meminta adanya penelusuran menyeluruh untuk mengetahui penyebab siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Selain memastikan kondisi para siswa, penyelidikan juga dinilai penting untuk mengetahui apakah terdapat persoalan dalam proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, maupun penyajian makanan.
Polda Sumut Diminta Jelaskan Penanganan
Di tengah sorotan tersebut, proses penanganan dugaan keracunan MBG oleh aparat kepolisian juga menjadi perhatian.
Media mencoba meminta penjelasan kepada Polda Sumut terkait sejauh mana penyelidikan terhadap sejumlah peristiwa dugaan keracunan MBG tersebut.
Namun, saat ditemui, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan belum memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari Polda Sumut mengenai apakah rangkaian kejadian tersebut tengah ditangani sebagai satu rangkaian perkara atau dilakukan penyelidikan secara terpisah di masing-masing wilayah.
Kepala Regional BGN Sumut Dicopot
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sebelumnya mencopot Kepala Regional BGN Sumatera Utara Agung T Kurniawan setelah muncul kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan pelajar di Kabupaten Karo.
Pencopotan tersebut sempat menjadi sorotan karena dinilai berjalan lambat. Sudaryono disebut telah memberikan instruksi pencopotan ketika mengunjungi Kabupaten Karo sekitar sebulan sebelum keputusan tersebut dilakukan.
Kasus-kasus dugaan keracunan tersebut membuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di Sumut kembali menjadi sorotan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan agar penyebab kejadian dapat diketahui dan keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa dapat dipastikan.
Perjelas status dugaan keracunan
Ringkas bagian opini publik
