MEDAN ,( Kompastalk.co)— Misteri kematian Winda Lorenza Gowasa (35), mantan istri anggota polisi yang ditemukan tewas akibat luka tembak di kepala, kini memasuki babak baru. Polda Sumatera Utara menyatakan siap menghadapi Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI untuk membeberkan proses penyelidikan dan pengungkapan kasus yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan, pihaknya telah menerima undangan RDP dari Komisi III DPR RI dan siap memberikan penjelasan terkait seluruh rangkaian penanganan perkara tersebut.
“Kami (Polda Sumut) sudah menerima undangan RDP dari Komisi III DPR RI membahas penyebab kematian WL dan siap menghadirinya besok,” kata Ferry, Senin (10/8) malam.
Dalam RDP tersebut, Polda Sumut akan mengutus Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Cornelis Simanjuntak sebagai pembina fungsi. Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak juga dijadwalkan hadir karena jajarannya menangani proses penyelidikan kematian Winda.
Ferry mengatakan, pihak keluarga korban juga akan hadir dalam forum tersebut. Menurutnya, RDP menjadi momentum untuk menyampaikan secara langsung proses penanganan perkara sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah keluarga dan publik.
“Yang diundang pihak yang melakukan proses pengungkapan tewasnya eks bayangkari tersebut. Dari Polda Sumut akan dihadiri Direktur Reskrimum dan dari Kapolrestabes Medan serta keluarga korban,” ujarnya.
Polda Sumut, lanjut Ferry, memandang positif langkah Komisi III DPR RI tersebut. Ia memastikan seluruh hasil penyelidikan terkait kematian Winda akan disampaikan dalam forum resmi tersebut.
“Nanti akan kita sampaikan seluruh rangkaian hasil penyelidikan terkait kematian korban tersebut. Tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya berjalan transparan,” tegasnya.
KELUARGA MASIH RAGUKAN PENYEBAB KEMATIAN
Kasus kematian Winda Lorenza sebelumnya menjadi sorotan setelah korban ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Kompleks Perumahan Bumi Asri, Kota Medan.
Korban disebut meninggal setelah mengalami luka tembak di bagian kepala yang diduga berasal dari senjata api milik mantan suaminya, seorang personel kepolisian.
Namun, dugaan tersebut belum sepenuhnya diterima keluarga korban. Pihak keluarga sebelumnya menyampaikan keraguan terhadap penyebab kematian Winda dan meminta agar perkara tersebut diusut secara objektif, transparan serta menyeluruh.
Keraguan keluarga itu kemudian berujung pada laporan dugaan pembunuhan yang disampaikan kepada Polda Sumut.
Perkembangan tersebut membuat kasus kematian Winda mendapat perhatian Komisi III DPR RI yang membidangi antara lain urusan penegakan hukum dan kepolisian.
KOMISI III DPR RI TURUN TANGAN
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman sebelumnya menyatakan pihaknya akan memanggil kepolisian dan keluarga korban dalam forum resmi untuk mendapatkan penjelasan mengenai kasus tersebut.
“Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan menghadirkan pihak kepolisian dan keluarga korban untuk memastikan penyebab kematian wanita WLG,” kata Habiburokhman sebagaimana dikutip dari akun media sosial pribadinya, Sabtu (8/8).
Ia menyebut forum tersebut akan digunakan untuk meminta penjelasan mengenai kematian Winda Lorenza Gowasa di Kompleks Perumahan Bumi Asri, Medan.
Menurut Habiburokhman, langkah Komisi III dilakukan setelah muncul keraguan dari pihak keluarga terhadap penyebab kematian korban serta adanya laporan dugaan pembunuhan yang telah disampaikan ke Polda Sumut.
“Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polrestabes Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini, untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan,” tegasnya.
RDP Komisi III DPR RI kini menjadi sorotan publik. Forum tersebut diharapkan dapat membuka secara terang proses penyelidikan yang telah dilakukan aparat, sekaligus memastikan setiap dugaan dan informasi mengenai kematian Winda diuji berdasarkan bukti serta prosedur hukum yang berlaku.
Publik pun menanti apakah forum tersebut mampu menjawab berbagai pertanyaan yang masih menggantung di balik kematian Winda Lorenza Gowasa.
