Kepling Rampok Harta Warga! Belawan Bahagia Menjerit Minta Wali Kota Medan Bersihkan Oknum Nakal!

BELAWAN – Aduhai, kemarahan warga Belawan Bahagia sudah memuncak! Bukannya mengayomi, Kepala Lingkungan (Kepling) 9 Kampung Kolam, RH, justru diduga melakukan serangkaian tindakan kriminal yang membuat warga geram dan menderita! Desakan pencopotan RH pun menggema, bahkan warga lebih memilih tak punya Kepling daripada harus terus hidup di bawah bayang-bayang kepemimpinan yang bengis dan korup ini!

Tiga dosa besar RH terungkap: Pertama, dugaan pencurian uang Program Keluarga Harapan (PKH) milik 10 warga! Sampai saat ini, uang tersebut belum dikembalikan! Kedua, Dugaan penggelapan uang kas perwiritan Lingkungan 9 Kampung Kolam senilai Rp7,5 juta selama 8 bulan! Uang tersebut baru dikembalikan setelah RH lengser! Ketiga, Dugaan manipulasi dana pembangunan Mushola Sirotul Ikhlas! RH diduga memanipulasi harga bahan bangunan dalam laporan pertanggungjawaban, menimbulkan kecurigaan besar di hati warga!

“Kepling itu harusnya mendidik, memberikan contoh yang baik, bukan malah menipu dan merampas hak warga!” teriak Ita (43), mewakili amarah warga Lingkungan 9 Kelurahan Belawan Bahagia. “Daripada Keplingnya dia, lebih baik lingkungan kami tidak punya Kepling! Dia arogan dan pernah mengancam kami!”

Warga tak hanya kecewa, tetapi juga ketakutan! RH yang diduga bertindak sewenang-wenang dan mengancam warga, membuat mereka hidup dalam ketakutan. Mereka menuntut keadilan dan perubahan! Mereka ingin Wali Kota Medan segera bertindak tegas dan mencopot RH dari jabatannya!

Upaya konfirmasi kepada Lurah Belawan Bahagia menemui jalan buntu. Setelah sempat aktif, nomor telepon dan WhatsApp Lurah tiba-tiba diblokir! Apakah ini upaya untuk menutup-nutupi kasus ini?

Wali Kota Medan, dengarkan jeritan rakyatmu! Tindakan tegas dan cepat diperlukan untuk menyelamatkan warga Belawan Bahagia dari cengkeraman Kepling yang korup dan kejam ini! Jangan biarkan mereka terus hidup dalam ketakutan dan ketidakadilan! Bersihkan oknum nakal ini sebelum semakin banyak warga yang menjadi korban!(tim)