
Medan ,KOMPASTALK.CO– Seorang pemuda bernama Trubus (30) mengalami nasib nahas setelah aksinya melempar batu ke arah anggota Satuan Brimob yang sedang berbaris usai apel pengamanan eksekusi lahan di Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan pada Kamis (17/7/2025). Bukannya melukai aparat, kepalanya sendiri yang justru bocor dan wajahnya lebam.
Peristiwa ini bermula ketika Trubus, dengan gaya sok jagoan, menerobos kerumunan massa aksi demonstrasi menggunakan sepeda motor sport. Ia berteriak memaki-maki tanpa alasan jelas, memicu kericuhan. Pada Jumat (19/7/2025), diketahui bahwa dalam aksi provokasinya, Trubus nyaris menabrak seorang jurnalis yang sedang meliput ricuhnya demonstrasi warga terkait eksekusi lahan tersebut.
Puncaknya, Trubus menunjukkan aksinya dengan melempar batu yang mengenai seorang anggota kepolisian hingga terluka. Hal ini sontak memicu reaksi dari aparat yang geram. Dalam kerumunan aparat yang mengelilinginya, Trubus meronta. Entah bagaimana, ia keluar dari kerumunan dengan kepala bocor dan pipi lebam, diduga akibat “hadiah” dari aparat yang mengerumuninya.
Trubus, yang sudah menerima akibat perbuatannya yang memicu huru-hara, sempat dirawat oleh Dokter Polisi (Dokpol) sebelum akhirnya dibawa pulang oleh kerabatnya.
Menurut keterangan Toni, seorang warga sekitar lokasi demo, “Kami melihatnya tiba-tiba dia masuk mengendarai sepeda motor dengan ala koboi lalu melempar sesuatu ke arah aparat saat membubarkan barisan untuk pulang. Lantas dia dikerumuni aparat yang geram karena ulahnya. Padahal situasi sudah kondusif dan tidak ada lagi ketegangan pada saat itu.”
Toni juga menegaskan bahwa Trubus bukanlah bagian dari masyarakat yang memperjuangkan hak lahan tanah 17 hektar milik warga Lingkungan 16, 17, dan 20. “Kami yakin Trubus itu bukanlah masyarakat dari kami yang memperjuangkan hak lahan tanah 17 hektar milik semua warga dari kami, Lingkungan 16, 17, dan 20,” jelasnya singkat. (boim)
