Tangis Pilu Ibu Winda Lauren Gowasa: “Tolong Pak Presiden dan Kapolri, Ungkap Kematian Anak Saya”

Tangis Pilu Ibu Winda Lauren Gowasa: “Tolong Pak Presiden dan Kapolri, Ungkap Kematian Anak Saya”

Medan, (kompastalk.co) – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah di Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Timur, Sumatera Utara, Rabu (5/8/2026). Tangis dan teriakan terdengar dari Yestin Laia, ibu kandung Winda Lauren Gowasa, perempuan yang ditemukan meninggal dunia di Kompleks Bumi Asri, Medan, pada Minggu (2/8/2026).


‎Yestin berulang kali meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Kapolri untuk mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi sebelum kematian putrinya.


‎“Tolong Pak Presiden, tolong Pak Gibran, tolong Pak Kapolri,” teriak Yestin dalam tangisnya.


‎Dengan mengenakan pakaian hitam, Yestin mengungkapkan kegelisahannya. Ia berharap pihak berwenang dapat memberikan penjelasan mengenai kematian putrinya.


‎“Bapak, pakai hati kalian. Kalian ciptaan Tuhan. Apa yang sebenarnya terjadi? Itu yang saya minta. Apa sebenarnya yang terjadi. Tolonglah. Oh Tuhan, seorang ibu kehilangan anaknya,” ujar Yestin.


‎Dalam kesempatan itu, Yestin mengatakan dirinya sempat tidak menginginkan Winda kembali ke Medan. Menurut dia, keputusan tersebut berkaitan dengan pengalaman yang disebutnya sebagai trauma masa lalu.


‎Namun, setelah mempertimbangkan sejumlah hal, Yestin akhirnya merelakan putrinya kembali ke Medan setelah dijemput oleh keluarga dari pihak suaminya.


‎“Sebenarnya tidak mau dia ke Medan ini. Berat sebenarnya karena ada trauma masa lalu. Ada KDRT dan segala macam. Tapi kutinggalkan itu. Ya sudahlah, asal baik,” katanya.


‎Yestin mengatakan Winda kemudian dijemput oleh ibu mertuanya untuk kembali ke Medan.


‎“Karena ada perkataan-perkataan suaminya, makanya dia dijemput. Dia dijemput mama mertuanya,” ujar Yestin.


‎Sebelumnya, Winda Lauren Gowasa ditemukan meninggal dunia di Kompleks Bumi Asri, Medan, pada Minggu (2/8/2026).


‎Berdasarkan keterangan kepolisian yang disampaikan sebelumnya, Winda diduga meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api jenis revolver yang disebut milik IH.


‎Kasus tersebut masih menjadi perhatian keluarga. Yestin meminta agar seluruh fakta terkait kematian putrinya dapat diungkap secara jelas berdasarkan hasil penyelidikan aparat kepolisian. (F_01)