Kompastalk.co,Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengeluarkan perintah tegas yang ditujukan kepada seluruh anggotanya.
Perwira menengah Polri ini memerintahkan setiap anggotanya yang mendapati aksi penjambretan di wilayah hukum Denpasar, terutama kampung wisata Kuta untuk menembak di tempat pelaku.
Perintah tembak di tempat diberlakukan Kombes Bambang Yugo Pamungkas terhitung mulai Senin 8 Agustus 2022, kemarin.
Kebijakan tegas ini diterapkan menyusul maraknya aksi penjambretan di kawasan wisata Kuta dan sekitarnya dalam beberapa hari belakangan.
“Tindakan tegas terukur akan mulai kami berlakukan hari ini (kemarin).
Silakan kalau ada yang mau coba-coba menjambret (lagi, Red),” ujar Kombes Bambang Yugo Pamungkas.
Mantan Kapolres Sukoharjo ini berharap perintah tembak di tempat menjadi salah satu efek jera bagi para pelaku jambret yang mencederai dunia pariwisata Bali.
“Karena tindak pidana penjambretan di kawasan obyek wisata terutama di Kuta sudah sangat meresahkan, terutama korbannya banyak wisatawan asing,” katanya.
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang bertitah tembak di tempat bagi pelaku kejahatan, alasannya tegas, jangan coba-coba
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
Kendati para pelaku jambret belum terindikasi berupa jaringan atau komplotan, imbuh Kapolresta, beberapa pelaku terbukti berstatus residivis untuk kasus yang sama.
“Mereka beraksi secara individu maupun kelompok kecil maksimal dua orang.
Para pelaku di antaranya residivis, ini yang sangat meresahkan,” papar Kombes Bambang Yugo Pamungkas.
Sebelumnya, jajaran Polresta Denpasar meringkus pelaku penjambretan terhadap turis asing dalam tiga kasus berbeda di kawasan Kuta, Badung.
Menariknya, kelima tersangka yang dipamerkan di publik Kuta merupakan putra asli Bali asal Kabupaten Karangasem, tepatnya dari Kecamatan Kubu.
Kelima pelaku masing-masing I Gede Eka Jaya Putra (32) asal Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem.
Kemudian I Ketut Ririg (30) asal Kelurahan Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu dan I Wayan Jangkep (25) asal Desa Munti Gunung, Kubu.
Terakhir adalah I Komang Budiasih (25) dan I Wayan Gondol (26) yang juga sama-sama berasal dari Desa Munti Gunung, Kubu, Karangasem.
