Gunung Tua, (kompastalk.co) – Polres Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, menghadapi kekurangan personel dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengamanan masyarakat.
Kapolres Paluta AKBP Dhery Fajariandono mengatakan, saat ini jumlah personel yang tersedia hanya 175 orang. Padahal, sesuai kebutuhan dalam surat perintah, Polres Paluta seharusnya memiliki 540 personel.
Hal itu disampaikan Dhery saat memberikan laporan dalam peresmian Polres Paluta yang dihadiri Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kamis (6/8/2026).
Menurut Dhery, 175 personel tersebut tersebar di tingkat polres, polsek, pos polisi, hingga Bhabinkamtibmas.
“Di SP (surat perintah) yang seharusnya 540 personel, tetapi kenyataannya hanya 175 personel. Namun, dengan kekurangan personel ini, kami Polres Paluta siap melakukan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Paluta,” ujar Dhery.
Polres Paluta saat ini membawahi dua polsek, yakni Polsek Padang Bolak dan Polsek Dolok.
Polsek Padang Bolak berada di pusat Kota Gunungtua dan membawahi 10 kecamatan. Sementara Polsek Dolok berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Polres Paluta dan membawahi dua kecamatan.
Dhery mengatakan, dukungan sarana dan prasarana dari Polda Sumut sangat membantu personel dalam menjalankan tugas di lapangan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Polda Sumut atas bantuan sejumlah kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta mobil SIM keliling.
“Bantuan tersebut sangat berpengaruh demi kelancaran personel di lapangan, terutama untuk patroli dan pengamanan di Kabupaten Paluta,” katanya.
Selain persoalan keterbatasan personel, Dhery menyebut Paluta memiliki sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan dan keselamatan masyarakat.
Menurut dia, potensi kriminalitas di Paluta cukup tinggi berdasarkan pemetaan sejak 2021 hingga semester pertama 2026.
Paluta juga menghadapi risiko kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Kondisi jalan yang relatif lurus namun sempit menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi.
“Dalam tiga minggu ini, kami sudah melakukan antisipasi dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah serta memasang spanduk di titik-titik rawan kecelakaan,” jelasnya.
Polres Paluta juga meningkatkan pendekatan kepada masyarakat melalui dialog dan temu ramah yang dilakukan di rumah ibadah maupun lingkungan masyarakat.
Selain itu, wilayah hukum Polres Paluta memiliki 17 perusahaan dan sejumlah objek vital, antara lain tujuh SPBU, satu rumah sakit, dan enam bank.
Dhery mengatakan, Paluta juga memiliki sejumlah wilayah yang rawan bencana, seperti tanah longsor dan banjir.
Antisipasi dilakukan melalui jajaran Bhabinkamtibmas yang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko.
Dengan keterbatasan personel tersebut, Polres Paluta menyatakan tetap berkomitmen memberikan pelayanan, menjaga keamanan, serta meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat. (F_01)
