‎Polres Paluta Kekurangan 365 Personel, Kapolres: Kami Tetap Maksimal Layani Masyarakat

‎Polres Paluta Kekurangan 365 Personel, Kapolres: Kami Tetap Maksimal Layani Masyarakat

Gunung Tua, (kompastalk.co) – Polres Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, menghadapi kekurangan personel dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengamanan masyarakat.


‎Kapolres Paluta AKBP Dhery Fajariandono mengatakan, saat ini jumlah personel yang tersedia hanya 175 orang. Padahal, sesuai kebutuhan dalam surat perintah, Polres Paluta seharusnya memiliki 540 personel.


‎Hal itu disampaikan Dhery saat memberikan laporan dalam peresmian Polres Paluta yang dihadiri Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kamis (6/8/2026).


‎Menurut Dhery, 175 personel tersebut tersebar di tingkat polres, polsek, pos polisi, hingga Bhabinkamtibmas.


‎“Di SP (surat perintah) yang seharusnya 540 personel, tetapi kenyataannya hanya 175 personel. Namun, dengan kekurangan personel ini, kami Polres Paluta siap melakukan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Paluta,” ujar Dhery.


‎Polres Paluta saat ini membawahi dua polsek, yakni Polsek Padang Bolak dan Polsek Dolok.


‎Polsek Padang Bolak berada di pusat Kota Gunungtua dan membawahi 10 kecamatan. Sementara Polsek Dolok berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Polres Paluta dan membawahi dua kecamatan.


‎Dhery mengatakan, dukungan sarana dan prasarana dari Polda Sumut sangat membantu personel dalam menjalankan tugas di lapangan.


‎Ia menyampaikan terima kasih kepada Polda Sumut atas bantuan sejumlah kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta mobil SIM keliling.


‎“Bantuan tersebut sangat berpengaruh demi kelancaran personel di lapangan, terutama untuk patroli dan pengamanan di Kabupaten Paluta,” katanya.



‎Selain persoalan keterbatasan personel, Dhery menyebut Paluta memiliki sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan dan keselamatan masyarakat.


‎Menurut dia, potensi kriminalitas di Paluta cukup tinggi berdasarkan pemetaan sejak 2021 hingga semester pertama 2026.


‎Paluta juga menghadapi risiko kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Kondisi jalan yang relatif lurus namun sempit menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi.


‎“Dalam tiga minggu ini, kami sudah melakukan antisipasi dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah serta memasang spanduk di titik-titik rawan kecelakaan,” jelasnya.


‎Polres Paluta juga meningkatkan pendekatan kepada masyarakat melalui dialog dan temu ramah yang dilakukan di rumah ibadah maupun lingkungan masyarakat.


‎Selain itu, wilayah hukum Polres Paluta memiliki 17 perusahaan dan sejumlah objek vital, antara lain tujuh SPBU, satu rumah sakit, dan enam bank.


‎Dhery mengatakan, Paluta juga memiliki sejumlah wilayah yang rawan bencana, seperti tanah longsor dan banjir.


‎Antisipasi dilakukan melalui jajaran Bhabinkamtibmas yang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko.


‎Dengan keterbatasan personel tersebut, Polres Paluta menyatakan tetap berkomitmen memberikan pelayanan, menjaga keamanan, serta meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat. (F_01)